JOGJA (J) – Belum genap setahun beroperasi, beberapa shelter bis TransJogja sudah mulai rusak. Kondisi paling parah ditemui di shelter Benteng Vredeburg. Sungguh ironis, mengingat shelter tersebut terletak di Jl. Ahmad Yani yang terletak tepat di jantung kota dan merupakan jalan utama di Jogja.Seperti yang dilihat Jogjapolitan.com belum lama ini, beberapa bagian shelter Benteng Vredeburg sudah tidak lengkap lagi. Kaca nako di bagian depan banyak yang tidak ada. Dinding kaca besar di belakang tempat duduk calon penumpang bis juga tampak bolong besar dan hanya ditutupi plastik ala kadarnya.
“Dinding kaca itu sudah pecah sejak pertama di-launching dulu,” demikian tutur Adi yang sedang bertugas jaga pada Jogjapolitan.com. Ia menambahkan kaca tersebut pecah karena dilempar batu oleh kru bus kota yang tidak senang dengan kehadiran TransJogja.
Menurut cerita Adi, peristiwa pelemparan tersebut terjadi sewaktu sejumlah kru bis kota mengadakan demo menentang diresmikannya bis TransJogja. Seorang kru bis kota yang lewat di depan shelter tersebut melemparkan batu besar sehingga memecahkan dinding kaca.
“Kalau kaca (nako) yang depan itu sengaja saya lepas,” kata Adi. Ia menambahkan kaca-kaca nako tersebut hanya direkatkan dengan lem. Begitu terkena panas dan hujan daya rekat lem berkurang sehingga mudah lepas. “Setiap disenderi penumpang kacanya melorot. Daripada jatuh dan pecah mending saya ambil saja,” imbuhnya lagi.
Selain dua kerusakan tersebut, satu lampu shelter juga tidak menyala. Akibatnya suasana shelter jadi lebih temaram di malam hari. Adi mengatakan pihaknya sudah mengajukan laporan mengenai kerusakan di shelter tersebut pada dinas terkait. “Sudah lama sekali koq. Tapi sampai sekarang masih belum diperbaiki juga,” tambahnya. (eko nurhuda/m-4)
Catatan: Liputan ini pernah dimuat di mingguan Malioboro Ekspres edisi 16, Februari 2009.



0 komentar:
Poskan Komentar