Berangkat dari kesamaan menyukai lagu-lagu Koes Plus, Ki Sunarno, Wowo Sastro Nugroho, Brustam, Burhan, Slamet Riyadi, dan Agus Rakasiwi sepakat mendirikan JKPC pada tanggal 31 Oktober 2004. Pendirian tersebut diumumkan lewat sebuah radio swasta.
Koes Plus yang sempat bernama Koes Bersaudara adalah band legendaris Indonesia yang digawangi oleh Koeswoyo bersaudara. Lagu easy listening dengan lirik sederhana namun memiliki pesan yang dalam merupakan ciri khas Koes Plus. Tak heran jika band ini amat digemari publik di era 70-an. Masa berganti, band-band baru bermunculan di blantika musik Indonesia, namun lagu-lagu Koes Plus tetap hidup. Adalah para penggemar setianya yang terus melestarikan tembang-tembang idolanya itu.
“Dulu saya hanya ikut milis-milis pecinta Koes Plus di internet. Masih sendiri-sendiri, belum kenal yang lain. Atas rekomendasi seorang pecinta Koes Plus di Solo, akhirnya ketemu sama yang lain,” demikian cerita Agus soal awal mula pendirian JKPC.
Dari milis tersebut Agus kemudian berkenalan dengan sesama pecinta Koes Plus di Jogja. Di antaranya Ki Sunarno, Slamet Riyanto, Wowo Nugroho, juga Sutrisni Dewanthi, Brustam, Nur Mei Hadi alias Djoemali, Burhanuddin, dan beberapa rekan lainnya.
“Kami dulu sering ketemu waktu mencari kaset di toko loak. Dari situ bertukar nomor handphone, alamat rumah, dan akhirnya sering ketemu,” tambah Ki Sunarno.
Awalnya mereka hanya kumpul-kumpul saling mendengarkan koleksi lagu-lagu Koes Plus yang dipunyai. Lama-lama mereka merasa perlu membuat sebuah komunitas khusus yang mewadahi seluruh pecinta Koes Plus di Jogja. Maka terbentuklah JKPC. Nama JKPC sendiri merupakan usulan dari Agus.
Dari hanya beranggotakan tak sampai 10 orang di awal pendiriannya, kini JKPC sudah memiliki sekitar 99 anggota aktif. “Itu yang tercatat lho, Mas. Kalau menghitung yang belum terdaftar jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” kata Mbak Trish, panggilan akrab Sutrisni Dewanthi.
Tak Sekedar Komunitas
Hal itu dibenarkan Slamet. Ia menambahkan, JKPC juga menjalin kemitraan dengan band-band pelestari lagu-lagu Koes Plus. Caranya dengan memberikan kesempatan pada band-band pelestari untuk tampil di acara-acara yang diadakan JKPC. Sejak berdiri, JKPC sudah menampilkan lebih dari 380 kali pertunjukan band-band pelestari di seputaran Jogja. Bahkan tak jarang JKPC menjadi tempat jujugan dan dimintai solusi bila ada band yang sedang tersandung masalah.
Untuk menjalin keakraban antar sesama anggota, JKPC turut mengoordinir acara malam Koes Plus secara rutin. Seperti di Purawisata yang menampilkan band-band pelestari Koes Plus setiap Jumat malam. Pada hari-hari tertentu digelar acara peringatan dengan mengundang bintang tamu dari luar Jogja. Contohnya saat peringatan hari kelahiran Tony Koeswoyo bulan Januari lalu. Selain menampilkan band pelestari kondang Jogja, Hoss Band, JKPC juga mendatangkan B Plus, band pelestari asal Jakarta yang sudah sangat terkenal di kalangan penggemar Koes Plus.
“Yang biasa diperingati itu hari kelahirannya Mas Tony setiap bulan Januari, dan hari kematiannya setiap Maret. Jadi setahun dua kali,” jelas Wowo. Menurutnya hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Tony Koeswoyo yang merupakan nyawa utama Koes Plus. Dari tangan Tony-lah tembang-tembang andalan Koes Plus lahir. Selain itu Tony juga yang mengaransemen hampir keseluruhan lagu di album-album Koes Plus.
Di luar itu, JKPC kerap mengadakan acara kunjungan ke luar kota. Tentu saja masih ada hubungannya dengan Koes Plus. Seperti misalnya menghadiri peringatan ulang tahun Murry, mantan drummer Koes Plus, yang ke-59 di Ciawi bulan Maret 2008 lalu. Kemudian mengunjungi para personil Koes Plus di rumah mereka yang terletak di kompleks perumahan Koes Bersaudara, Jl. H. Nawi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Solidaritas antar anggota ditunjukkan dengan cara membantu sesama anggota yang sedang ditimpa musibah. Seperti baru terjadi belum lama ini. Begitu mendengar salah seorang rekan sesama anggota JKPC sakit, anggota yang lain ramai-ramai memberikan sumbangan untuk membantu meringankan biaya pengobatan.
Induk Koes Plus Mania
Sebenarnya ada banyak komunitas pecinta Koes Plus di Jogja. Tapi komunitas-komunitas tersebut scope-nya lebih kecil, hanya di tingkat kelurahan atau kecamatan. Contohnya BR Plus yang menyatukan para pecinta Koes Plus di sekitaran Beran, atau Plumbon Koes Plus Community (PKPC) untuk warga Plumbon, dan Temon Plus yang mewadahi pecinta-pecinta Koes Plus di Temon, Kulonprogo.
Menurut catatan JKPC, saat ini ada 22 komunitas pecinta Koes Plus di Jogja. “Komunitas pecinta Koes Plus sudah tersebar di seluruh wilayah Jogja, kecuali Gunungkidul,” kata Slamet. “Sampai saat ini hanya Gunungkidul yang masih belum tergarap,” tambahnya lagi.
Seperti halnya JKPC, masing-masing komunitas tersebut memiliki pengurus sendiri-sendiri. Namun semuanya sepakat untuk menginduk pada JKPC sebagai koordinator Koes Plus mania se-Jogja. Karena itu, proses pemilihan pengurus JKPC selalu melibatkan komunitas-komunitas yang ada. Seperti yang terjadi pada Kamis (26/3) pekan lalu di Waroeng Nusantara. Perwakilan 17 komunitas bersama dengan utusan dari band-band pelestari, tempat-tempat penyelenggara acara koesplusan, pemerhati, dan kolektor memilih ketua baru JKPC untuk periode 2009-2012.
Dalam pemilihan tersebut, Sutrisni Dewanthi akhirnya terpilih sebagai ketua baru JKPC. Mbak Trish memperoleh dukungan sebanyak 41 suara dari total 53 pemilih. Ia mengalahkan dua pesaingnya, masing-masing Nur Mei Hadi alias Djoemali yang mengantongi 11 suara, dan satu calon lain (Muladi) yang sama sekali tidak memperoleh suara.
Setelah terpilih, Sutrisni mengatakan ia berkeinginan menjadikan JKPC sebagai komunitas yang hidup. JKPC harus menjadi motor dalam upaya pelestarian lagu-lagu Koes Plus di Jogja. “Kalau perlu kita jadikan Jogja ini sebagai kotanya Koes Plus,” demikian katanya di akhir sambutan sesaat setelah terpilih. Ajakan tersebut disambut dengan penuh semangat oleh para Koes Plus mania.
Pada kesempatan terpisah, Mbak Trish kepada Jogjapolitan.com mengatakan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pengurus JKPC saat ini. Tantangan terberat adalah mempertahankan identitas Jogja yang sudah dikenal sebagai kotanya Koes Plus di kalangan para penggemar. Untuk itu, ia butuh tim yang solid dan enerjik agar dapat mengemban tugas berat tersebut.
Anda penggemar Koes Plus? Mbak Trish mengundang seluruh penggemar Koes Plus di Jogja untuk datang ke posko JKPC yang terletak di Jl. Ibu Ruswo No. 25. (eda)
Catatan: Liputan ini pernah dimuat di Harian Jogja edisi Minggu, 12 April 2009.
Foto oleh: Eko Nurhuda



0 komentar:
Poskan Komentar