15 Juni 2009

Rumah Panggung Kejang Lako Merangin


Rumah Panggung Kejang Lako Marga Bathin terdapat di Desa Rantau Panjang dan Desa Kampung Baruh, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Indonesia. Rumah Panggung Kejang Lako adalah tempat tinggal masyarakat Marga Bathin, sebuah suku yang berasal dari sebelah barat pegunungan Bukit Barisan (Sumatra Barat).


Masyarakat Marga Bathin terkenal sangat teguh dalam memegang nilai-nilai luhur kebudayaannya. Hal ini tercermin dari kesetiaan masyarakat Marga Bathin dalam memelihara tradisi yang diwariskan oleh sesepuh dan pendahulu mereka secara turun-temurun, seperti halnya melestarikan rumah panggung Kejang Lako yang merupakan ciri khas keberadaan masyarakat Marga Bathin.

Rumah-rumah tradisional yang diwariskan oleh pendahulu Marga Bathin sampai sekarang masih banyak yang berdiri kokoh, meskipun usia bangunannya sudah sangat tua telah berumur ratusan tahun. Salah satu Rumah Adat yang sangat terkenal di daerah kabupaten Merangin adalah bangunan Rumah Panggung Kejang Lako yang berada di Desa Kampung Baruh dan Desa Rantau Panjang, yang saat ini usianya sudah mencapai 300 tahun lebih.

Untuk melestarikan keberadaan Rumah Panggung Kejang Lako ini, Pemerintah Daerah Provinsi Jambi menetapkan rumah adat ini sebagai salah satu rumah adat khas masyarakat Jambi. Sebagai bukti dalam mendukung upaya tersebut, kita bisa meliha corak-corak arsitektur bangunan kantor-kantor pemerintahan yang ada di Provinsi Jambi yang mengadopsi konstruksi bangunan Kejang Lako, seperti yang terdapat pada kantor Gubernur, kantor-kantor dinas, kantor-kantor bupati, dan museum-museum.

Rumah Panggung Kejang Lako dibangun dengan tipologi bangunan rumah panggung yang berbentuk empat persegi panjang. Umumnya bangunan dibuat dengan ukuran 9 m x 12 m menggunakan kayu ulim yang banyak tumbuh di daerah Jambi. Untuk merangkai kayu-kayu pada bagian rumah, masyarakat Marga Bathin menggunakan teknik tradisional, seperti tumpuan, sambung kait, dan pengait menggunakan pasak.

Keunikan lain rumah panggung Kejang Lako yaitu terdapat pada struktur konstruksi dan ukiran yang menghiasi bangunan. Konstruksi bangunan terdiri dari beberapa bagian, diantaranya:
1. Bubungan atau atap yang dibuat menyerupai perahu dengan ujung bubungan bagian atas melengkung ke atas yang sering disebut potong jerambah atau lipat kejang.
2. Kasau Bentuk adalah atap bagian atas yang memiliki fungsi sebagai alat untuk mencegah air hujan agar tidak masuk ke dalam rumah.
3. Penteh, bagian yang satu ini dijadikan tempat penyimpanan benda-benda yang jarang dipergunakan.
4. Tebar layar, bagian ini merupakan dinding penutup ruang atas yang menahan tempias atau rembesan air hujan.
5. Pelamban, ini merupakan bangunan tambahan yang sering digunakan sebagai ruang tunggu bagi tamu yang baru datang sebelum diizinkan masuk oleh tuan rumah.
6. Masinding/dinding, yang terbuat dari papan yang diukir dengan Arsitek yang sangat indang.
7. Pintu pada rumah panggung Kejang Lako terdiri dari 3 pintu, yaitu: pintu tegak, pintu masinding, dan pintu balik melintang. Rumah Adat ini juga memiliki 2 tangga, yaitu: tangga utama yang terdapat di sebelah kanan pelamban dan tangga penteh yang dipakai untuk naik ke penteh.
8. Tiang rumah panggung Kejang Lako berjumlah 30 tiang yang terdiri dari 24 tiang utama dan 6 tiang pelamban. Tiang utama panjangnya sekitar 4,25 meuer yang berfungsi sebagai tonggak untuk menopang kerangka bangunan. Di samping sebagai penopang, tiang utama juga berfungsi sebagai pemisah antara ruang yang satu dengan ruangan yang lain hingga menjadi 8 bagian. Adapun nama-nama ruangan tersebut adalah pelamban, ruang gaho, ruang masinding, ruang tengah, ruang balik melintang, ruang balik menalam, ruang atas/penteh, dan ruang bawah/bauman.

Rumah panggung Kejang Lako terlihat begitu indah dengan hiasan beraneka ragam motif ukiran khas masyarakat Jambi. Motif ukiran yang ada pada rumah panggung Kejang Lako terdiri dari aneka ragam motif flora dan fauna. Untuk motif flora antara lain motif bunga tanjung, tampuk manggis, dan bunga jeruk. Motif bunga tanjung biasanya diukir pada dinding bagian depan, sedangkan motif tampuk manggis biasanya diukir pada bagian atas pintu masuk. Untuk motif ukiran bunga jeruk, diukir pada bagian luar rasuk (belandar) rumah. Sementara itu, motif ukiran fauna hanya menggunakan satu motif ukiran, yaitu motif ikan. Motif ikan diukir pada bagian jendela gaho dan pada pintu balik melintang.

Jika Anda ingin tahu lebih jauh, tidak ada salahnya jika Anda berkunjung. Untuk bisa mencapai lokasi Rumah panggung Kejang Lako, biasanya para wisatawan menggunakan transportasi darat, seperti angkutan umum, ojek, mobil sewaan, maupun mobil pribadi. Jika menggunakan angkutan umum, perjalanan bisa dimulai dari Kota Jambi menuju ke Bangko, Ibu Kota Kabupaten Merangin. kemudian perjalanan dilanjutkan menuju lokasi objek wisata. Sementara itu, jika menggunakan mobil pribadi atau mobil sewaan para wisatawan bisa langsung menuju ke lokasi tanpa harus berpindah-pindah dan berganti-ganti mobil. Jarak dari Kota Jambi ke lokasi wisata sekitar 310 km dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.

===================================
Sumber Referensi: wisatamelayu.com
===================================

Penulis adalah pemilik www.indonesiamenulis.com

Baca selengkapnya...

12 Juni 2009

Arung Jeram Sungai Manau Merangin


Obyek Wisata Sungai Manau terletak di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarab, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Indonesia. Sungai ini merupakan salah satu dari beberapa sungai di Kabupaten Merangin yang memiliki hulu di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Airnya mengalir melewati perbukitan dan beberapa lembah dengan medan yang cukup terjal dan berbelok-belok. Sungai ini memiliki medan yang bagus untuk dijadikan tempat olahraga arung jeram.


Arung Jeram, Sungai Manau, Merangin, Arung Jeram Sungai Manau, indonesia, prita mulyasari, manohara pinot, manohara


Persatuan Olahraga Arung Jeram Propinsi Jambi yang merupakan bagian dari Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PORDASI), sering memanfaatkan Sungai Manau sebagai tempat latihan. Kegiatan olahraga Arung Jeram di Sungai Manau Merangin terus mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. Bahkan, Atlet yang ikut latihan pun mulai berdatangan dari luar daerah. Menanggapi hal ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin kemudian menetapkan kawasan Daerah Aliran Sungai Manau sebagai salah satu tujuan wisata di kabupaten Merangin Jambi, khususnya untuk olahraga arung jeram. Dalam mendukung hal ini, maka dilakukanlah berbagai upaya seperti memperbanyak kegiatan perlombaan arung jeram, baik skala lokal maupun nasional.

Bagi para wisatawan yang memiliki hobi yang lumayan menantang seperti olahraga arung jeram ini, sangat tepat jika memilih Sungai Manau Merangin sebagai salah satu tempat melakukan olahraga Arung Jeram. Karena Sungai Manau Merangin didukung dengan medan yang ekstrim dan rintangan yang sangat menantang, seperti dinding-dinding sungai dengan celah yang sempit, tebing yang curam dan dikelilingi oleh batu-batu besar, serta air sungai yang mengalir dengan deras dan siap menghempaskan siapa saja.

Di sungai ini, pernah digelar perlombaan olahraga arung jeram skala nasional sampai beberapa kali, terakhir diadakan pada awal tahun 2009. Para peserta yang ikut dalam lomba arung jeram ini cukup banyak. Mereka datang dari berbagai daerah di Provinsi Jambi maupun dari luar daerah di tanah air. Mereka datang dengan satu tujuan, yaitu mencoba menaklukkan liarnya air sungai, ekstrimnya medan perlombaan, dan menjadi yang terbaik dari para peserta lomba lainnya.

Selain menikmati tantangan olahraga arung jeram, para pelancong juga dapat menikmati suguhan keindahan alam di sepanjang aliran sungai. Para pelancong akan terhibur dengan pemandangan alam yang begitu asri baik ketika mengayuh dayung di tengah sungai manau maupun ketika istirahat setelah selesai melakukan olahraga arung jeram.

Untuk dapat mencapai lokasi, para wisatawan bisa menggunakan jalur transportasi darat, seperti angkutan umum, ojek, mobil sewaan, atau mobil pribadi. Perjalanan dapat dimulai dari Kota Jambi menuju Kota Bangko yang berjarak sekitar 310 km dengan jarak tempuh sekitar 4 jam. Setelah sampai di Kota Bangko perjalanan kemudian dilanjutkan menuju lokasi objek wisata, yaitu Desa Air Batu yang berjarak sekitar 20 km dari tengah kota dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Dan hebatnya, Untuk dapat masuk lokasi wisata ini, pengunjung tidak dipungut biaya. Tapi kalo pengunjungnya memang niat nyumbang, bisalah ditransfer ke rekening saya aja. Hi3x...

Mohon maaf, di lokasi objek wisata sungai manau ini belum tersedia akomodasi maupun fasilitas yang memadai bagi para wisatawan. Oleh sebab itu, saya sarankan, agar para wisatawan membawa sendiri perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan, seperti perahu, dayung, perlengkapan pompa, dan alat keselamatan jiwa. Jika wisatawan ingin bermalam di lokasi arung jeram perlu mempersiapkan beberapa perlengkapan pendukung, seperti alas tidur, tas, tenda untuk berkemah, dan perlengkapan masak. Jika wisatawan memerlukan penginapan maupun rumah makan yang lebih memadai, dapat memperolehnya di Kota Bangko (Ibu Kota Kabupaten Merangin) yang jaraknya tidak jauh dari Sungai Manau.

==================================
Sumber Referensi: wisatamelayu.com
==================================

Penulis adalah pemilik www.indonesiamenulis.com

Baca selengkapnya...

11 Juni 2009

Seberkas Cahaya Itu Telah Muncul


Sobat bloggerjambi dimanapun berada, kini harapan dan cita-cita kita semua hampir tercapai. Seberkas cahaya itu telah muncul, proses penyatuan antara bloggerjambi.com dan bloggerjambi.blogspot.com hampir selesai. Tinggal menunggu proses finishing saja. Ini sesuai dengan cita-cita dan keinginan hampir seluruh bloggerjambi.

Kami berharap sekali nantinya agar semuanya nanti mau untuk ikut serta berpartisipasi untuk terus mengembangkan wadah komunitas bloggerjambi ini. Selain itu kami juga berharap agar nantinya tidak akan ada lagi suara-suara yang sekiranya tidak enak untuk didengar oleh telinga kita. Jangan sampai ada itu. Karena antara bloggerjambi.com dan bloggerjambi.blogspot.com itu pada dasarnya mempunyai satu tujuan yang sama yaitu sebagai wadah pemersatu seluruh bloggerjambi baik yang saat ini berdomisili di Jambi ataupun di luar Jambi. Tidak ada yang dimenangkan ataupun dikalahkan.

Semoga saja nantinya dengan semakin maju dan berkembangnya bloggerjambi kita sebagai blogger akan bisa ikut andil untuk membantu pemerintah daerah untuk memperkenalkan Jambi keseluruh pelosok nusantara, bahkan kalau bisa lebih.

Salam sukses untuk seluruh bloggerjambi,
mamas86

Baca selengkapnya...

Komentar Pengunjung:

Warga Jogjapolitan: